Diri menghadap kemana hati berharap...,
Indah tercipta megukir kata...,
Untaian kata berbaris mesra...,
menyiba semua isi jiwa...
Pejamkan mata mencoba meraba...,
Indahya cinta tak kan binasa...,
Hapuskan lara jika kau merasa...,
Tepiskan sepi tanpa merana...
Kau yang disana...
Dengarlah bisikan lembut ini...,
Dari hati yang selalu merindu...,
Pejamkan mata rasaka di jiwa...,
Biarlah cinta yang kan bicara...
Saat indahmu ku jadikan sebuah tajuk...,
Tajuk kata memuisi berasal dari benak...,
Raga terbawa tersapu dalam ombak...,
Gelombangnya yang beriak-riak...,
yang namun membawa arah terbalik...
Kadang juga hati ini penuh kritik...,
Karena asap harap ini serasa tak bertepuk...,
Karena hangat aura itu tak dapat ku peluk...,
Hanya dapat pandangku dengan mata terbelalak...,
Hanya dapat pendamku dengan kepala tertunduk...
Rasa semula biasa kini terus memuncak...,
Dengan serasa sinar yang terus berufuk...,
Pancarkan sinar cintanya hingga merasuk...,
Walau tak membias buat hati serasa menusuk...
Namun diketinggian hati ini menampak...,
Oleh pesona mu yang kian cantik...,
Oleh indahmu walau hanya di pucuk...,
Tapi yakinku kau lah yang terbaik...
Ditaman yang penuh terurai bunga anggrek...,
Bunga dengan warna terpancar di kelopak...,
Warna yang kadang terpandang unik...,
Hati ini menggebu tergoda untuk memutik...,
Namun sayang karena terurai dengan lentik...
Hati ini pun merajuk...,
Tapi ini juga dari hati berbijak...,
Yang tak ingin juga melonjak...,
Juga dikata membesar pasak...,
Walau masih tanda tanya apakah ku menamak???
Kau dari hatiku yang kurujuk...,
Kau untuk asa yang kubujuk...,
Kau hatimu ku busur menombak...,
Semua ini dari hati yang berkehendak...
Andai tangan ini berkharisma layaknya khalil gibran...,
Tak kan terhenti ku tulis keindahanmu...,
Namun menulis perasaan ku di sini itulah sudah lebih dari cukup ...
Indah tercipta megukir kata...,
Untaian kata berbaris mesra...,
menyiba semua isi jiwa...
Pejamkan mata mencoba meraba...,
Indahya cinta tak kan binasa...,
Hapuskan lara jika kau merasa...,
Tepiskan sepi tanpa merana...
Kau yang disana...
Dengarlah bisikan lembut ini...,
Dari hati yang selalu merindu...,
Pejamkan mata rasaka di jiwa...,
Biarlah cinta yang kan bicara...
Saat indahmu ku jadikan sebuah tajuk...,
Tajuk kata memuisi berasal dari benak...,
Raga terbawa tersapu dalam ombak...,
Gelombangnya yang beriak-riak...,
yang namun membawa arah terbalik...
Kadang juga hati ini penuh kritik...,
Karena asap harap ini serasa tak bertepuk...,
Karena hangat aura itu tak dapat ku peluk...,
Hanya dapat pandangku dengan mata terbelalak...,
Hanya dapat pendamku dengan kepala tertunduk...
Rasa semula biasa kini terus memuncak...,
Dengan serasa sinar yang terus berufuk...,
Pancarkan sinar cintanya hingga merasuk...,
Walau tak membias buat hati serasa menusuk...
Namun diketinggian hati ini menampak...,
Oleh pesona mu yang kian cantik...,
Oleh indahmu walau hanya di pucuk...,
Tapi yakinku kau lah yang terbaik...
Ditaman yang penuh terurai bunga anggrek...,
Bunga dengan warna terpancar di kelopak...,
Warna yang kadang terpandang unik...,
Hati ini menggebu tergoda untuk memutik...,
Namun sayang karena terurai dengan lentik...
Hati ini pun merajuk...,
Tapi ini juga dari hati berbijak...,
Yang tak ingin juga melonjak...,
Juga dikata membesar pasak...,
Walau masih tanda tanya apakah ku menamak???
Kau dari hatiku yang kurujuk...,
Kau untuk asa yang kubujuk...,
Kau hatimu ku busur menombak...,
Semua ini dari hati yang berkehendak...
Andai tangan ini berkharisma layaknya khalil gibran...,
Tak kan terhenti ku tulis keindahanmu...,
Namun menulis perasaan ku di sini itulah sudah lebih dari cukup ...
==<( HANI ROHAENI)>==










































