Berjalan
acuh melewatimu. Itu yang harus setiap hari ku lakukan, bahkan wajib aku
lakukan. Bergurau dengan teman - teman setiap melewatimu agar kamu benar -
benar yakin bahwa aku memang sudah tak peduli lagi padamu. Mungkin ini memang
yang terbaik untukku agar aku tak terus terluka oleh sikapmu. Agar aku bisa
ikhlas akan semua ini. Perlahan tapi pasti, itu yang aku harapkan.
Tapi, aku masih. Masih memperhatikanmu secara diam - diam. Masih memandangmu walau hanya sekejap. Masih menjadikanmu isi dalam do'aku. Masih berharap kamu tau dan sadar bahwa ada aku disini. Ada aku yang selalu menyayangimu. Ada aku yang peduli padamu. Ada aku yang tulus menerima kamu apa adanya. Sayangnya, kamu tetap sibuk. Sibuk mencari seseorang yang sempurna dimatamu. Sibuk memilih yang terbaik. Sibuk mengejar yang lainnya sementara aku disini yang jelas - jelas nyata ada untukmu kamu abaikan begitu saja.
Kurang sabar apakah aku? menunggu kamu dalam waktu lama agar kamu dapat berubah dan sadar. Apa karena aku tak sempurna dimatamu? Apa aku tak cantik dimatamu? Apa yang kamu cari dari sosok seorang perempuan? Terlalu banyak memilih. Terlalu banyak berfikir. Bahkan aku penasaran perempuan seperti apakah yang mampu membuatmu terdiam? Yang bisa membuat jantungmu berdegup kencang?
Apa sebenarnya yang kamu pikirkan tentang aku? Kenapa begitu teganya kamu seperti ini terus? Aaaahh! Kau ini bodoh! Sudah ada orang seperti aku yang tulus menyayangimu tapi kamu tak pernah membuka mata dan hati. Kamu tak mendengar apa yang aku katakan. Kamu tak melihat apa yang aku lakukan. Kamu tak pernah mengerti apa yang selama ini aku rasakan. Tidak bisakah kamu peka sedikit terhadap rasa sakitku? Tidak bisakah kamu berusaha belajar menyukaiku?
Dulu, aku selalu memberitahumu tentang apa yang aku rasakan tapi sekarang aku mencoba diam. Karena sangat percuma aku katakan pun kamu tak pernah mengerti dan tidak mau tau, karena kamu hanya diam dan membisu, karena kamu tak pernah menganggapku berarti dihidupmu. Aku belajar diam. Iya diam - diam memperhatikanmu. Diam - diam peduli padamu. Diam - diam aku masih menyukaimu. Lebih baik diam, setidaknya kamu tak terlalu menyakitiku bukan? Mungkin dengan diamnya aku, kamu bisa sedikit peka dengan perasaanku.
Seistimewa apakah kamu? Hingga aku tetap bertahan dan memperjuangkan kamu dalam diamku :').
Tapi, aku masih. Masih memperhatikanmu secara diam - diam. Masih memandangmu walau hanya sekejap. Masih menjadikanmu isi dalam do'aku. Masih berharap kamu tau dan sadar bahwa ada aku disini. Ada aku yang selalu menyayangimu. Ada aku yang peduli padamu. Ada aku yang tulus menerima kamu apa adanya. Sayangnya, kamu tetap sibuk. Sibuk mencari seseorang yang sempurna dimatamu. Sibuk memilih yang terbaik. Sibuk mengejar yang lainnya sementara aku disini yang jelas - jelas nyata ada untukmu kamu abaikan begitu saja.
Kurang sabar apakah aku? menunggu kamu dalam waktu lama agar kamu dapat berubah dan sadar. Apa karena aku tak sempurna dimatamu? Apa aku tak cantik dimatamu? Apa yang kamu cari dari sosok seorang perempuan? Terlalu banyak memilih. Terlalu banyak berfikir. Bahkan aku penasaran perempuan seperti apakah yang mampu membuatmu terdiam? Yang bisa membuat jantungmu berdegup kencang?
Apa sebenarnya yang kamu pikirkan tentang aku? Kenapa begitu teganya kamu seperti ini terus? Aaaahh! Kau ini bodoh! Sudah ada orang seperti aku yang tulus menyayangimu tapi kamu tak pernah membuka mata dan hati. Kamu tak mendengar apa yang aku katakan. Kamu tak melihat apa yang aku lakukan. Kamu tak pernah mengerti apa yang selama ini aku rasakan. Tidak bisakah kamu peka sedikit terhadap rasa sakitku? Tidak bisakah kamu berusaha belajar menyukaiku?
Dulu, aku selalu memberitahumu tentang apa yang aku rasakan tapi sekarang aku mencoba diam. Karena sangat percuma aku katakan pun kamu tak pernah mengerti dan tidak mau tau, karena kamu hanya diam dan membisu, karena kamu tak pernah menganggapku berarti dihidupmu. Aku belajar diam. Iya diam - diam memperhatikanmu. Diam - diam peduli padamu. Diam - diam aku masih menyukaimu. Lebih baik diam, setidaknya kamu tak terlalu menyakitiku bukan? Mungkin dengan diamnya aku, kamu bisa sedikit peka dengan perasaanku.
Seistimewa apakah kamu? Hingga aku tetap bertahan dan memperjuangkan kamu dalam diamku :').
Karya : @meilavicky
0 komentar:
Posting Komentar